Laporan
Keuangan Konvensional
dan
Syari’ah
A. Laporan Keuangan Konvensional
1. Pengertian Laporan Keuangan
Bagi
suatu perusahaan, penyajian laporan keuangan secara khusus merupakan salah satu
tanggung jawab manajer keuangan. Hal ini sesuai dengan fungsi manajer keuangan,
yaitu:
a.
Merencanakan
b.
Mencari
c.
Memanfaatkan dana-dana perusahaan
d.
Memaksimalkan nilai perusahaan
Dengan kata lain, tugas seorang manajer
keuangan adalah mencari dana dari berbagai sumber dan membuat keputusan tentang
sumber dana yang harus dipilih. Disarming itu, seorang manajer keuangan juga
harus harus mampu mengalokasikan atau menggunakan dana secara tepat dan benar.
Dalam hal laporan keuangan, sudah merupakan
kewajiban setiap perusahaan utuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya
pada suatu periode tertentu. Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis sehingga
dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Kemudian laporan
keuangan juga akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang
dan ke depan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun
kekuatan yang dimilikinya.
Dalam perngertian sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi
keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Kondisi
perusahaan terkini adalah keadaan keuangan pada tanggal tertentu (untuk neraca)
dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan
dibuat per periode. Dengan adanya laporan keuangan, dapat diketahui posisi
perusahaan trkini setelah menganalisis laporan keuangan tersebut dianalisis (Dr. Kamsir 2012,7).
Laporan keuangan menggambarkan pos-pos
keuangan perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode. Dalam praktiknya
dikenal beberapa macam laporan keuangan seperti:
a.
neraca
b.
laporan laba rugi
c.
laporan perubahan modal
d.
laporan catatan atas laporan keuangan
e.
laporan kas
Neraca merupakan laporan yang menunjukkan
jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal peusahaan (ekuitas)
perusahaan pada saat tertentu. Pembuatan neraca biasanya dibuat berdasarkan
periode tertentu (tahunan).
Kemudian laporan laba rugi menunjukkan kondisi
usaha dalam suatu periode tertentu. Artinya laporan laba rugi harus dibuat
dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu guna mengetahui jumlah
perolehan pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui
apakah perusahaan dlaam keadaan laba atau rugi.
Laporan prubahan modal menggambarkan jumlah
modal yang dimiliki perusahaan saat ini. Kemudian, laporan ini juga menunjukkan
perubahan modal serta sebab-sebab berubahnya modal.
Laporan catatan atas laporan keuangan
merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan.
Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas
laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebabnya. Tujuannya adalah
agar pengguna laporan keuangan dapat memahami jelas data yang disajikan.
Laporan arus kas merupakan laporan yang
menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar di perusahaan. Arus kas masuk
berupa pendapatan atau pinjaman dari pihak lain, seagkan arus kas keluar
merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan.
2. Tujuan Laporan Keuangan
Secara
umum laporan keuangan bertujuan memberikan informasi keuangan suatu perusahaan,
baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Berikut ini tujuan
pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu:
a.
memberikan informasi tentang jenis dan jumlah
aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini
b.
memberikan informasi tentang jenis dan jumlah
kewajiban dan modal yang dimiliki persahaan pada saat ini
c.
memberikan informasi tentang jenis dan jumlah
pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu
d.
memberikan informasi tentang jenis dan jumlah
biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu
e.
memberikan informasi tentang
perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan
f.
memberikan informasi tentang kinerja manajemen
perusahaan dalam suatu periode
g.
memberikan informasi tentag catatan-catatan
atas laporan keuangan keuangan
h.
informasi keuangan lainnya
3. Sifat Laporan Keuangan
Dalam praktiknya sifat laporan keuangan
dibuat:
a.
Bersifat historis artinya bahwa laporan
keuangn dibuat dan disusun dari data masa lalu. Misalnya laporan keuangan
disusun berdasarkan data satu atau dua atau beberapa tahun ke belakang (tahun
atau periode sebelumya).
b.
Bersifat menyeluruh maksudnya laporan keuangan
dibuat selengkap mungkin. Laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang
telah diterapkan. Pembuatan atau penyusunan yang tidak lengkap tidak akan memberikan
informasi yang lengkap tentang keuangan suattu perusahaan
4. Keterbatasan Laporan Keuangan
Berikut ini beberapa keterbatasan laporan keuangan yang dimiliki
perusahaan.
a.
Pembuatan
laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), dimana data-data yang
diambli dari data masa lalu.
b.
Laporan
keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang, bukan hanya untuk pihak
tertentu saja.
c.
Proses
penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan tertentu.
d.
Laporan
keuangan bersifat konsernatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian.
e.
Laporan
keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang
peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
5. Pemeriksaan Laporan Keuangan (Audit)
Laporan keuangan
yang telah disusun perlu dilakuakn pemeriksaan (audit) lebih lanjut. Tujuannya
adalah agar laporan keuangan tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan
kepada berbagai pihak, baik kepada pemilik maupun pihak luar perusahaan.
Artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan dilaporkan
secara benar sehingga berbagai pihak yang membutuhkan informasi tentang
keuangan perusahaan dapat membaca dan menganalisis dari laporan keuangan yang
telah diperiksa kebenarannya. Disamping itu pihak yang mengaudit laporan
keuangan perusahan juga harus merupakan lembaga resmi yang telah ditetapkan,
terutama untuk kepentingan pihak-pihak di luar perusahaan.
Dalam praktiknya
pemeriksaan laporan keuangan dapat dilakukan oleh pihak, yaitu:
Pihak dalam (intern) perusahaan
a.
Pemeriksaan
yang memang sudah disiapkan oleh perusahaan. Dalam hal ini mereka dapat
memperoleh data secara bebas sesuai dengan data aslinya. Pemeriksaan dilakukan
sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam
pembuatan laporan keuangan pasti terdapat kekurangan,baik yang disengaja maupun
yang tidak. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh intern perrusahaan sangat penting
dilakukan sebelum dilakukan oleh pihak luar perusahaan.
b.
Pihak luar
(ektern) perusahaan
Pemeriksaan oleh pihak luar perusahaan dilakukan oleh akuntan
public yang sudah memperoleh izin. Akuntan akan member penilaian setelah
meneliti dengan standar dan prosedur
pemeriksaan yang lazim. Pendapat wajar atau tidak wajar akan diberikan
apabila laporan keuangan disusun telah sesuai dengan prisip-prinsip akuntansi
yang lazim dan telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun. Dengan
demikian laporan ini dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk
mengambil keputusan.
6. Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan
Berikut ini penjelasan masing-masing
pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan.
a.
Pemilik
Pemilik pada
saat ini adalah merka yang memiliki usaha tersebut. Hal ini tercermin dari
kepemilikan saham yang dimilikinya. Kepentingan bagi para pemegang saham yang
merupakan pemilik perusahaan terhadap hasil laporan keuangan yang telah dibuat
adalah untuk melihat kondisi perusahaan saat ini,untuk melihat perkembangan dan
kemajuan perusahaan dalam suatu periode,dan untuk menilai kinerja manajemen
atas target yang telah ditetapkan.
b. Manajemen
Bagi
pihak manajemen laporan keuangan yang
dibuat meruakan cermin kinerja mereka dalam suatu periode tertentu.Berikut ini
nilai penting laporan keuangan bagi manajemen ialah dengan laporan keuangan
yang dibuat,majanemen dapat menilai dan mengevaluasi kinerja mereka,dan juga
dapat melihat kemampuan mereka dalam mengeoptimalkan sumber daya yang dimmiliki
perusahaan yang adda selama ini,dapat melihat kekuatan dan kelemahan
perrusahaan.
c.
Kreditor
Kreditor adalah
pihak penyandang dana bagi perusahaan.Artinya pihak pemberi dana seperti bank
atau lembaga keuangan lainnya. Kepentingan pihak kreditor terhadap keuangan
perrusahaan adalah dalam hal memberi pinjaman atau pinjaman yang telah berjalan
sebelumnya. Kepentingan pihak kreditor antara lain sebagai berikut:
1)
Pihak kreditor
tidak ingin usaha yang dibiayainya mengalami kegagalan dalam hal pembayaran
kembali pinjaman tersebut.
2)
Pihak kreditor
juga perlu memantau terhadap kredit yang sudah berjalan untuk melihat kepauhan
perusahaan membayar kewajibannya.
3)
Pihak kreditor
juga tidak ingin kredit atau pinjaman yang diberikan justru menjadi beban
nasabah dalam pengembaliannya apabila ternyata kemampuan perusahaan diluar dari
yang diperkirakan.
d.
Pemerintah
Pemerintah juga memiliki nilai penting atas laporan keuangan yang
dibuat perusahaan. Arti penting laporan keuangan bagi pemerintah :
1)
Untuk menilai
kejujuran perusahaan dalam melaporkan seluruh keuangan perusahaan yang
sesungguhhnya.
2)
Untuk
mengetahui kewajban perusahaan terhadap Negara dari hasil lapooran keuangan
yang dilaporkan.
e.
Investor
Investor adalah
pihak yang hendak menanamkan dana di suatu perusahaan. Jika suatu perusahaan
memerlukan dana untuk memperluas usaha atau kapasitas usahanya disamping
memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank dapat pula diperoleh
dari para investor melalui penjualan saham.
Bagi investor
yang ingin menanamkan dananya dalam suatu usaha sebelum memutuskan untuk
membeli saham,perlu mempertimbangkan banyak hal secara matang. Dasar
pertimbangan investor adalah dari laporan keuangan yang disajikan perusahaan
yang akan ditanamnya.
B. Laporan Keuangan Syariah
1. Tujuan Laporan Keuangan
a.
Meningkatkan
kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transakasi dan kegiatan usaha.
b.
Informasi
kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi aset,
liabilitas, pendapatan, dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bila
ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya
c.
Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan
tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dalam mengamalkan dana,
menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak.
d.
Informasi
mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanaman modal dan
pemilik dana syirkah temporer, dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban
(obliglation) fungsi sosial entitas syariah termasuk pengelolaan dan penyaluran
zakat, infak, sedekah, dan waqaf.
2. Bentuk Laporan Keuangan
Laporan Keuangan entitas syariah terdiri atas berikut ini.
a.
Posisi Keuangan
Entitas Syariah, disajikan sebagai neraca. Laporan ini menyajikan informasi
tentang sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan
solvabilitas serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
b.
Informasi
Kinerja Entitas Syariah, disajikan dalam laporan laba rugi. Laporan ini
diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin
dikendalikan di masa depan.
c.
Informasi
Perubahan Posisi Keuangan Entitas Syariah, yang dapat disusun berdasarkan
definisi dana seperti seluruh sumber daya keuangan, modal kerja, aset likuid
atau kas.
d.
Informasi Lain,
seperti Laporan Penjelasan tentang Pemenuhan Fungsi Sosial entitas Syariah.
Merupaka informasi yang tidak diatur secra khusus tetapi relevan bagi
pengambilan keputusan sebagian besar pengguna laporan keuangan.
e.
Catatan dan
Skedul Tambahan, merupakan penampung dari informasi tambahan yang relevan
termasuk pengungkapan tentang risiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi
entitas.
3. Asumsi Dasar
a.
Dasar Akrual
Laporan keuangan disajikan atas dasar akrual, maksudya bahwa
pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadiam (dan bukan pada
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan diungkapkan dalam catatn
akuntansi serta dilaporkan dalam laporan
keuangan pada periode yang bersangkutan (Sri Nurhayati 2014, 98).
Laporan keuangan yang disusun atas
dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa
lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban
pembayaran kas di masa depan serta sumber daya yang mempresentasikan kas yang
akan diterima di masa depan.
a.
Kalangsungan
Usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan
entitas syariah yang akan melanjutkan
usahanya di masa depan. Oleh karena itu, entitas syariah diamsusikan tidak
bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala
usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin
harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus
diungkapkan.
4. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik
kualitatif merupakan cirri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan
berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatatif pokok, yaitu :
dapat dipahami,relevan,keandalan,dan dapat diberbandingkan.
a.
Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang
ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannyauntuk segera dapat dipahami
oleh pemakai.informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan
keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi
tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
b.
Relevan
Agar bermanfaat,informasi harus
relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
Relevan juga dipengaruhi oleh hakikat dan tingkat materialitasnya. Tingkat
materialitas ditentukan berdasarkan pengaruh kelalaian (ambang batas) terhadap
keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan.Oleh karena
itu materialitas dipengaruhi oleh
besarnya kesalahan dalam mencantumkan atau pencatatan (Sri Nurhayati 2014,99)
c.
Keandalan
Andal diartikan sebagai bebas dari
pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkab
pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful
representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar
diharapkan dapat disajikan.
Informasi mungkin relevan tetapi
jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi
tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya, jika keabsahan dan
jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masi
dipersengketakan,mungkin tidak tepat bagi entitas syariah untuk mengakui jumlah
seluruh tuntutan tersebut dalam neraca,meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan
jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.
d.
Dapat
Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan
laporan keuangan entitas syariah antarperiode untuk mengidentifikasi
kecenderungan (trend )posisi dan kinerja keuangan, kinerja serta
perubahan posisi keuangan secara relative. Oleh karena itu, pembandingan berupa
pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang
serupa harus dilakukan secara konsisten
untuk entitas syariah tersebut,antarperiode entitas syariah yang sama,untuk entitas
syariah yang berbeda, maupun dengan entitas lain.
5.Unsur-Unsur Laporan Keuangan
Sesuai karakteristik,laporan keuangan syariah,antara lain meliputi:
1.
Komponen
laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial yang terdiri atas laporan
posisi keuangan, laporan laba rugi,laporan arus kas,serta laporan ekuitas.
Posisi Keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi
keuangan adalah aset,kewajiban,dana syirkah temporer dan ekuitas.Pos-pos ini
didefinisikan sebagai berikut.
a.
Aset adalah
sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh
entitas syaria
b.
Kewajiban
merupakan utang entitas syariah masa kini yang timbul dari masa lalu,penyelesaiannya
diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang
mengandung manfaat ekonomi.
c.
Dana Syirkah
Temporer dana yang diterima sebagai
investasi dalam jangka waktu tertentu
dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah mempunyai hak
untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil
investasi berdasarkan kesepakatan.
d.
Ekuitas adalah
aset entitas syariah atau hak reasidual setelah dikurangi semua kewajiban dan
dana syirkah temporer.
Kinerja
Unsur yang langsung
berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan
beban. Unsur penghasilan dan beban didefinisikan berikut ini:
a.
Penghasilan
(income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama masa periode dalam bentuk pemasukan atau
penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas
yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
b.
Hak pihak
ketiga atau bagi hasil dan syirkah temporer adalah bagian dari hasil pemilik
dana atas keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama entitas syariah dalam
suatu periode laporan keuangan.
2.
.Komponen
laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial,meliputi laporan sumber dan
penggunaan dana zakat serta laporan sumber dan penggunaan dana kebijakan.
3.
Komponen laporan
keuangan lainnya yang mencerminkan kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas
syariah tersebut.
6.Laporan Keuangan Entitas Syariah
Laporan keuangan
ini disajikan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah pada anggaran
dasarnya.
Komponen Laporan Keuangan Entitas Syariah Terdiri Atas:
a.
Laporan posisi
keuangan pada akhir periode;
b.
Laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
c.
Laporan
perubahan ekuitas selama periode;
d.
Laporan arus
kas selama periode;
e.
Laporan sumber
dan penyaluran dana zakat selama periode;
f.
Laporan sumber
dan penggunaan dana kebajikan selama periode;
g.
Catatan atas
laporan keuangan
h.
Informasi
komparatif mengenai periode sebelumnya.Informsi ini bersifat naratif dan
deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapan kembali jika
relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali
jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
i.
Laporan posisi
keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas syariah menerapkan
suatu kebijakan secara retrospektif,atau melakukan penyajian kembali pos
laporan keuangan atau ketika entitas syariah mereklasifikasi pos dalam laporan
keuangan.
Terdapat perbedaan konsep standar neraca bank syariah:
|
Pada sisi aktiva:
1. Piutang jual beli
mudharabah
salam.
isthisna
lainnya
2. Pembiayaan
Mudharabah
musyarakah
|
sisi
pasiva :
1. Dana pihak ketiga
Giro wadiah
Tabungan wadiah
Deposito wadiah
2. Investasi tidak terikat
Tabungan mudharabah
Deposito mudarabah
3. Equity
|
Pada laporan laba rugi bank sayriah
vs konvensional terdapat perbedaan yaitu
|
Bank
konvensional
|
Bank
syariah
|
|
1.Pendapatan
bunga bersih
2.Beban
operasional
3.Laba
opersaional
4.Pendapatan
non operasional
5.Beban
non operasioanal
6.Laba
setelah pajak
7.Pajak
penghasilan
8.Laba
bersih
|
pendapatan
operasional kegiatan syariah
a.pendapatan
dari penyaluran dana
b.pendapatan operasional lainnya
bagi hasil untuk investor dana tidak terikat
pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil
untuk investor dana tidak terikat
beban penyisihan penghapusan aktiva
beban estimasi kerugian dan kontijensi
beban operasional lainnya
Laba(rugi)
opersaional
Pendapatan
non operasional
Beban
non operasioanal
Laba
bersih
|
7. Laporan Keuangan Bank Syariah
Laporan keuangan bank
syariah terdiri atas:
a.
Laporan posisi
keuangan;
b.
Laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain;
c.
Laporan
perubahan ekuitas;
d.
Laporan arus
kas;
e.
Laporan
rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil;
f.
Laporan sumber
dan penggunaan dana zakat;
g.
Laporan sumber
dan penggunaan dana kebajikan dan;
h.
Catatan atas
laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. 2012. Analisis
Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Nurhayati, Sri dan Wasilah. 2014. Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut