Jumat, 11 November 2016

Laporan Keuangan Konvensional dan Syari’ah

Laporan Keuangan Konvensional
dan Syari’ah

A. Laporan Keuangan Konvensional
1. Pengertian Laporan Keuangan
            Bagi suatu perusahaan, penyajian laporan keuangan secara khusus merupakan salah satu tanggung jawab manajer keuangan. Hal ini sesuai dengan fungsi manajer keuangan, yaitu:
a.       Merencanakan
b.      Mencari
c.       Memanfaatkan dana-dana perusahaan
d.      Memaksimalkan nilai perusahaan
Dengan kata lain, tugas seorang manajer keuangan adalah mencari dana dari berbagai sumber dan membuat keputusan tentang sumber dana yang harus dipilih. Disarming itu, seorang manajer keuangan juga harus harus mampu mengalokasikan atau menggunakan dana secara tepat dan benar.
Dalam hal laporan keuangan, sudah merupakan kewajiban setiap perusahaan utuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu. Hal yang dilaporkan kemudian dianalisis sehingga dapat diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Kemudian laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan ke depan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan yang dimilikinya.
Dalam perngertian sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Kondisi perusahaan terkini adalah keadaan keuangan pada tanggal tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat per periode. Dengan adanya laporan keuangan, dapat diketahui posisi perusahaan trkini setelah menganalisis laporan keuangan tersebut dianalisis (Dr. Kamsir 2012,7).
Laporan keuangan menggambarkan pos-pos keuangan perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode. Dalam praktiknya dikenal beberapa macam laporan keuangan seperti:
a.       neraca
b.      laporan laba rugi
c.       laporan perubahan modal
d.      laporan catatan atas laporan keuangan
e.       laporan kas
Neraca merupakan laporan yang menunjukkan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal peusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu. Pembuatan neraca biasanya dibuat berdasarkan periode tertentu (tahunan).
Kemudian laporan laba rugi menunjukkan kondisi usaha dalam suatu periode tertentu. Artinya laporan laba rugi harus dibuat dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu guna mengetahui jumlah perolehan pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dlaam keadaan laba atau rugi.
Laporan prubahan modal menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini. Kemudian, laporan ini juga menunjukkan perubahan modal serta sebab-sebab berubahnya modal.
Laporan catatan atas laporan keuangan merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebabnya. Tujuannya adalah agar pengguna laporan keuangan dapat memahami jelas data yang disajikan.
Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar di perusahaan. Arus kas masuk berupa pendapatan atau pinjaman dari pihak lain, seagkan arus kas keluar merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan perusahaan.
2. Tujuan Laporan Keuangan
            Secara umum laporan keuangan bertujuan memberikan informasi keuangan suatu perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu. Berikut ini tujuan pembuatan atau penyusunan laporan keuangan yaitu:
a.       memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini
b.      memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki persahaan pada saat ini
c.       memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu
d.      memberikan informasi tentang jenis dan jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu
e.       memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan
f.       memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode
g.      memberikan informasi tentag catatan-catatan atas laporan keuangan keuangan
h.      informasi keuangan lainnya

3. Sifat Laporan Keuangan
Dalam praktiknya sifat laporan keuangan dibuat:
a.       Bersifat historis artinya bahwa laporan keuangn dibuat dan disusun dari data masa lalu. Misalnya laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau dua atau beberapa tahun ke belakang (tahun atau periode sebelumya).
b.      Bersifat menyeluruh maksudnya laporan keuangan dibuat selengkap mungkin. Laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang telah diterapkan. Pembuatan atau penyusunan yang tidak lengkap tidak akan memberikan informasi yang lengkap tentang keuangan suattu perusahaan


4. Keterbatasan Laporan Keuangan
Berikut ini beberapa keterbatasan laporan keuangan yang dimiliki perusahaan.
a.       Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah (historis), dimana data-data yang diambli dari data masa lalu.
b.      Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang, bukan hanya untuk pihak tertentu saja.
c.       Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan tertentu.
d.      Laporan keuangan bersifat konsernatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian.
e.       Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
5. Pemeriksaan Laporan Keuangan (Audit)
             Laporan keuangan yang telah disusun perlu dilakuakn pemeriksaan (audit) lebih lanjut. Tujuannya adalah agar laporan keuangan tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak, baik kepada pemilik maupun pihak luar perusahaan. Artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan dilaporkan secara benar sehingga berbagai pihak yang membutuhkan informasi tentang keuangan perusahaan dapat membaca dan menganalisis dari laporan keuangan yang telah diperiksa kebenarannya. Disamping itu pihak yang mengaudit laporan keuangan perusahan juga harus merupakan lembaga resmi yang telah ditetapkan, terutama untuk kepentingan pihak-pihak di luar perusahaan.
             Dalam praktiknya pemeriksaan laporan keuangan dapat dilakukan oleh pihak, yaitu:
Pihak dalam (intern) perusahaan
a.       Pemeriksaan yang memang sudah disiapkan oleh perusahaan. Dalam hal ini mereka dapat memperoleh data secara bebas sesuai dengan data aslinya. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pembuatan laporan keuangan pasti terdapat kekurangan,baik yang disengaja maupun yang tidak. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh intern perrusahaan sangat penting dilakukan sebelum dilakukan oleh pihak luar perusahaan.

b.      Pihak luar (ektern) perusahaan
Pemeriksaan oleh pihak luar perusahaan dilakukan oleh akuntan public yang sudah memperoleh izin. Akuntan akan member penilaian setelah meneliti dengan standar dan prosedur  pemeriksaan yang lazim. Pendapat wajar atau tidak wajar akan diberikan apabila laporan keuangan disusun telah sesuai dengan prisip-prinsip akuntansi yang lazim dan telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun. Dengan demikian laporan ini dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.





6. Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan
Berikut ini penjelasan masing-masing pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan.
a.       Pemilik
Pemilik pada saat ini adalah merka yang memiliki usaha tersebut. Hal ini tercermin dari kepemilikan saham yang dimilikinya. Kepentingan bagi para pemegang saham yang merupakan pemilik perusahaan terhadap hasil laporan keuangan yang telah dibuat adalah untuk melihat kondisi perusahaan saat ini,untuk melihat perkembangan dan kemajuan perusahaan dalam suatu periode,dan untuk menilai kinerja manajemen atas target yang telah ditetapkan.
b. Manajemen
       Bagi pihak manajemen  laporan keuangan yang dibuat meruakan cermin kinerja mereka dalam suatu periode tertentu.Berikut ini nilai penting laporan keuangan bagi manajemen ialah dengan laporan keuangan yang dibuat,majanemen dapat menilai dan mengevaluasi kinerja mereka,dan juga dapat melihat kemampuan mereka dalam mengeoptimalkan sumber daya yang dimmiliki perusahaan yang adda selama ini,dapat melihat kekuatan dan kelemahan perrusahaan.
c.       Kreditor
Kreditor adalah pihak penyandang dana bagi perusahaan.Artinya pihak pemberi dana seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Kepentingan pihak kreditor terhadap keuangan perrusahaan adalah dalam hal memberi pinjaman atau pinjaman yang telah berjalan sebelumnya. Kepentingan pihak kreditor antara lain sebagai berikut:
1)      Pihak kreditor tidak ingin usaha yang dibiayainya mengalami kegagalan dalam hal pembayaran kembali pinjaman tersebut.
2)      Pihak kreditor juga perlu memantau terhadap kredit yang sudah berjalan untuk melihat kepauhan perusahaan membayar kewajibannya.
3)      Pihak kreditor juga tidak ingin kredit atau pinjaman yang diberikan justru menjadi beban nasabah dalam pengembaliannya apabila ternyata kemampuan perusahaan diluar dari yang diperkirakan.

d.      Pemerintah
Pemerintah juga memiliki nilai penting atas laporan keuangan yang dibuat perusahaan. Arti penting laporan keuangan bagi pemerintah :
1)      Untuk menilai kejujuran perusahaan dalam melaporkan seluruh keuangan perusahaan yang sesungguhhnya.
2)      Untuk mengetahui kewajban perusahaan terhadap Negara dari hasil lapooran keuangan yang dilaporkan.

e.       Investor
Investor adalah pihak yang hendak menanamkan dana di suatu perusahaan. Jika suatu perusahaan memerlukan dana untuk memperluas usaha atau kapasitas usahanya disamping memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank dapat pula diperoleh dari para investor melalui penjualan saham.
Bagi investor yang ingin menanamkan dananya dalam suatu usaha sebelum memutuskan untuk membeli saham,perlu mempertimbangkan banyak hal secara matang. Dasar pertimbangan investor adalah dari laporan keuangan yang disajikan perusahaan yang akan ditanamnya.
B. Laporan Keuangan Syariah
1. Tujuan Laporan Keuangan
a.       Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transakasi dan kegiatan usaha.
b.      Informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi aset, liabilitas, pendapatan, dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bila ada dan bagaimana perolehan dan penggunaannya
c.       Informasi  untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dalam mengamalkan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak.
d.      Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanaman modal dan pemilik dana syirkah temporer, dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban (obliglation) fungsi sosial entitas syariah termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan waqaf.
2. Bentuk Laporan Keuangan
Laporan Keuangan entitas syariah terdiri atas berikut ini.
a.       Posisi Keuangan Entitas Syariah, disajikan sebagai neraca. Laporan ini menyajikan informasi tentang sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
b.      Informasi Kinerja Entitas Syariah, disajikan dalam laporan laba rugi. Laporan ini diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan.
c.       Informasi Perubahan Posisi Keuangan Entitas Syariah, yang dapat disusun berdasarkan definisi dana seperti seluruh sumber daya keuangan, modal kerja, aset likuid atau kas.
d.      Informasi Lain, seperti Laporan Penjelasan tentang Pemenuhan Fungsi Sosial entitas Syariah. Merupaka informasi yang tidak diatur secra khusus tetapi relevan bagi pengambilan keputusan sebagian besar pengguna laporan keuangan.
e.       Catatan dan Skedul Tambahan, merupakan penampung dari informasi tambahan yang relevan termasuk pengungkapan tentang risiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi entitas.
3. Asumsi Dasar
a.       Dasar Akrual
Laporan keuangan disajikan atas dasar akrual, maksudya bahwa pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadiam (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan diungkapkan dalam catatn akuntansi serta  dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan (Sri Nurhayati 2014, 98).
Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga kewajiban pembayaran kas di masa depan serta sumber daya yang mempresentasikan kas yang akan diterima di masa depan.
a.       Kalangsungan Usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan entitas  syariah yang akan melanjutkan usahanya di masa depan. Oleh karena itu, entitas syariah diamsusikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.
4. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif merupakan cirri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatatif pokok, yaitu : dapat dipahami,relevan,keandalan,dan dapat diberbandingkan.

a.       Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannyauntuk segera dapat dipahami oleh pemakai.informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
b.      Relevan
Agar bermanfaat,informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Relevan juga dipengaruhi oleh hakikat dan tingkat materialitasnya. Tingkat materialitas ditentukan berdasarkan pengaruh kelalaian (ambang batas) terhadap keputusan ekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan.Oleh karena itu  materialitas dipengaruhi oleh besarnya kesalahan dalam mencantumkan atau pencatatan (Sri Nurhayati 2014,99)
c.       Keandalan
Andal diartikan sebagai bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkab pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
Informasi mungkin relevan tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masi dipersengketakan,mungkin tidak tepat bagi entitas syariah untuk mengakui jumlah seluruh tuntutan tersebut dalam neraca,meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan dari tuntutan tersebut.


d.      Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas syariah antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend )posisi dan kinerja keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relative. Oleh karena itu, pembandingan berupa pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa  harus dilakukan secara konsisten untuk entitas syariah tersebut,antarperiode entitas syariah yang sama,untuk entitas syariah yang berbeda, maupun dengan entitas lain.
5.Unsur-Unsur Laporan Keuangan
Sesuai karakteristik,laporan keuangan syariah,antara lain meliputi:
1.      Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial yang terdiri atas laporan posisi keuangan, laporan laba rugi,laporan arus kas,serta laporan ekuitas.
Posisi Keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aset,kewajiban,dana syirkah temporer dan ekuitas.Pos-pos ini didefinisikan sebagai berikut.
a.       Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas syariah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas syaria
b.      Kewajiban merupakan utang entitas syariah masa kini yang timbul dari masa lalu,penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas syariah yang mengandung manfaat ekonomi.
c.       Dana Syirkah Temporer  dana yang diterima sebagai investasi dalam jangka waktu tertentu  dari individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah mempunyai hak untuk mengelola dan menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian hasil investasi berdasarkan kesepakatan.
d.      Ekuitas adalah aset entitas syariah atau hak reasidual setelah dikurangi semua kewajiban dan dana syirkah temporer.
Kinerja
Unsur  yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban. Unsur penghasilan dan beban didefinisikan berikut ini:
a.       Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama masa     periode dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
b.      Hak pihak ketiga atau bagi hasil dan syirkah temporer adalah bagian dari hasil pemilik dana atas keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama entitas syariah dalam suatu periode laporan keuangan.
2.      .Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial,meliputi laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta laporan sumber dan penggunaan dana kebijakan.
3.      Komponen laporan keuangan lainnya yang mencerminkan kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas syariah tersebut.

6.Laporan Keuangan Entitas Syariah
            Laporan keuangan ini disajikan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah pada anggaran dasarnya.
Komponen Laporan Keuangan Entitas Syariah Terdiri Atas:
a.       Laporan posisi keuangan pada akhir periode;
b.      Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
c.       Laporan perubahan ekuitas selama periode;
d.      Laporan arus kas selama periode;
e.       Laporan sumber dan penyaluran dana zakat selama periode;
f.       Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan selama periode;
g.      Catatan atas laporan keuangan
h.      Informasi komparatif mengenai periode sebelumnya.Informsi ini bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan kembali jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.
i.        Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas syariah menerapkan suatu kebijakan secara retrospektif,atau melakukan penyajian kembali pos laporan keuangan atau ketika entitas syariah mereklasifikasi pos dalam laporan keuangan.

Terdapat perbedaan konsep standar neraca bank syariah:

Pada sisi aktiva:
1.    Piutang jual beli
mudharabah
salam.
isthisna
lainnya
2.    Pembiayaan
Mudharabah
musyarakah
sisi pasiva :
1.      Dana pihak ketiga
Giro wadiah
Tabungan wadiah
Deposito wadiah
2.      Investasi tidak terikat
Tabungan mudharabah
Deposito mudarabah
3.      Equity







 











Pada laporan laba rugi bank sayriah vs konvensional terdapat perbedaan yaitu
Bank konvensional
Bank syariah
1.Pendapatan bunga bersih
2.Beban operasional
3.Laba opersaional
4.Pendapatan non operasional
5.Beban non operasioanal
6.Laba setelah pajak
7.Pajak penghasilan
 8.Laba bersih

pendapatan operasional kegiatan syariah
a.pendapatan dari penyaluran dana
b.pendapatan operasional lainnya
bagi hasil untuk investor dana tidak terikat
pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil untuk investor dana tidak terikat
beban penyisihan penghapusan aktiva
beban estimasi kerugian dan kontijensi
beban operasional lainnya
Laba(rugi) opersaional
Pendapatan non operasional
Beban non operasioanal
Laba bersih

7. Laporan Keuangan Bank Syariah
  Laporan keuangan bank syariah terdiri atas:
a.       Laporan posisi keuangan;
b.      Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain;
c.       Laporan perubahan ekuitas;
d.      Laporan arus kas;
e.       Laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil;
f.       Laporan sumber dan penggunaan dana zakat;
g.      Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan dan;
h.      Catatan atas laporan keuangan.






DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. 2012. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Nurhayati, Sri dan Wasilah. 2014. Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.


1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus